
▼ sesi 1-kaya itu kaya hati
▼ sesi 2-kaya itu kaya hati
▼ sesi tanya jawab-kaya itu kaya hati
* siapa saja prioritas yang paling berhak untuk menerima sedekah?* siapa yang lebih berhak untuk menerima sedekah antara muslim dan nonmuslim jika mereka tetangga kita dan fakir.
* siapa yang lebih berhak untuk menerima sedekah antara muslim yang sholat dan muslim yang tidak sholat tapi fakir.
* bagaimana bila tukang ojek dan tukang becak atau yang kita sedekahi tidak shalat?
* jika ada seseorang yang sudah berkeluarga dengan kondisi ekonomi pas pasan kadang kekurangan di lain pihak orangtuanya sangat menuntut sang anak untuk memenuhi kebutuhannya dalam hal ini terkadang kebutuhannya untuk berfoya foya. Sang anak sudah berusaha sekali untuk memenuhinya sampai hutang untuk menuruti ibunya tersebut. Ketika sang anak tidak mampu memenuhinya dan sudah menyampaikan dengan sangat halus, ibunya tidak terima dan menyebut anaknya dengan anak durhaka. Dan sang anak sangat tertekan dengan kondisi ini. Mohon nasehat ustadz.
* apakah ada udzur memotong jenggot? Apa hukum kerja di pemerintahan seperti jadi polisi atau guru negeri?
* adakah doa khusus dari rasulullah agar kita kaya hati dan kaya materi?
* pemilihan presidan nanti sebaiknya memilih siapa?
* bolehkah kita berlepas diri atau tidak mau membantu kegiatan dakwah karena sikap atau tingkah laku ikhwan dan pengurus dakwah dianggap sering menyinggung perasaan. Dimana ikhwan yang tersinggung perasaan ini tidak pernah menegur pihak yang dirasa telah menyakitinya. Padahal kalau dia mau menanyakan, bisa jadi apa yang dia simpulkan memang benar atau bisa jadi salah.
* jika saudara atau orangtua kita non muslim apakah kita masih boleh bersedekah?