✅ TAFSIR SURAT YAASIN
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
Ayat Ke-21 Surat Yaasin.
اتَّبِعُوا مَنْ لَا يَسْأَلُكُمْ أَجْرًا وَهُمْ مُهْتَدُونَ
Arti Kalimat: Ikutilah (para Rasul) yang tidak meminta upah kepada kalian dan mereka adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.
Laki-laki yang baru datang itu memberikan alasan mengapa kaumnya harus mengikuti para Rasul itu. Karena para Rasul itu ikhlas berdakwah hanya untuk Allah, tidak mengharapkan upah dari orang-orang yang jadi sasaran dakwahnya.
Selain itu, para Rasul itu juga berada di atas hidayah.
Syaikh Abdurrahman as-Sa’di mengisyaratkan bahwa 2 kebaikan ini terkumpul pada para Rasul. Sedangkan pihak lain, kadangkala ada orang yang ikhlas dalam berdakwah, tapi dakwahnya tidak di atas petunjuk (sesat).
Syaikh Abdurrahman as-Sa’di mengisyaratkan bahwa 2 kebaikan ini terkumpul pada para Rasul. Sedangkan pihak lain, kadangkala ada orang yang ikhlas dalam berdakwah, tapi dakwahnya tidak di atas petunjuk (sesat).
Sebaliknya, ada yang benar materi yang didakwahkan, tapi mereka tidak ikhlas dalam dakwahnya.
✅ Para Rasul itu tidak demikian. Mereka ikhlas dalam dakwahnya dan berada di atas petunjuk.
✏️ Syaikh Ibn Utsaimin rahimahullah menyatakan tentang mengambil upah dalam dakwah dan pengajaran:
“di antara faidah yang bisa diambil dari ayat ini adalah semestinya seorang dai yang berdakwah menuju Allah hendaknya menjauhkan diri dari mengambil harta-harta di tangan manusia meskipun mereka memberikannya. Karena yang demikian bisa mengurangi kedudukannya jika ia menerima dalam rangka dakwah dan nasehatnya. Karena para Rasul alaihimussholaatu wassalaam tidak meminta upah kepada manusia baik dengan lisan hal maupun lisan maqol (ucapan).
“di antara faidah yang bisa diambil dari ayat ini adalah semestinya seorang dai yang berdakwah menuju Allah hendaknya menjauhkan diri dari mengambil harta-harta di tangan manusia meskipun mereka memberikannya. Karena yang demikian bisa mengurangi kedudukannya jika ia menerima dalam rangka dakwah dan nasehatnya. Karena para Rasul alaihimussholaatu wassalaam tidak meminta upah kepada manusia baik dengan lisan hal maupun lisan maqol (ucapan).
Dengan ini kita mengetahui keburukan sebagian manusia –walaupun Alhamdulillah sedikit- yang memberikan nasehat yang kadang benar-benar menyentuh. Namun setelah selesai, ia berkata: sesungguhnya saya memiliki kebutuhan atau saya miskin, dan semisalnya. Maka jadilah nasehat itu untuk tujuan dunia.
Apakah bisa diambil pelajaran dari ayat ini bahwa tidak boleh mengambil upah dalam mengajarkan ilmu karena hal itu menyelisihi jalan para Rasul atau tidak? Karena yang tidak boleh diambil upah adalah dakwah untuk Allah Azza Wa Jalla. Inilah yang tidak boleh diambil upahnya karena kewajiban dakwah yang harus disampaikan manusia. Adapun pengajaran ilmu (ta’lim) yang membutuhkan perhatian, rasa capek, dan pemberian pemahaman yang khusus, ini tidak mengapa.
Nabi shollallahu alaihi wasallam bersabda:
إِنَّ أَحَقَّ مَا أَخَذْتُمْ عَلَيْهِ أَجْرًا كِتَابُ اللَّهِ
Sesungguhnya yang paling berhak untuk kalian ambil upah darinya adalah Kitabullah (H.R al-Bukhari) (Tafsir Surat Yaasin libni Utsaimin hal 77).
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
Dikutip dari Buku "TAFSIR SURAT YAASIN"
▶️ Al Ustadz Abu Utsman Kharisman Hafidzahullah.
=====================
✍ http://telegram.me/alistiqomah
15.06.2016
PERINGATAN! Berikut himbauan al Ustadz Abu Utsman Kharisman terkait Channel Telegram Al-Istiqomah silakan baca di link ini
✍ http://telegram.me/alistiqomah
15.06.2016
PERINGATAN! Berikut himbauan al Ustadz Abu Utsman Kharisman terkait Channel Telegram Al-Istiqomah silakan baca di link ini
Tidak ada tanggapan
Posting Komentar
Ketentuan mengisi komentar
- Pilihlah "BERI KOMENTAR SEBAGAI:" dengan isian "ANONYMOUS/ANONIM". Identitas bisa dicantumkan dalam isian komentar berupa NAMA dan DAERAH ASAL
- Setiap komentar akan dimoderasi