Sunan Ibnu Majah Hadits Nomor 1766 – lailatul qadar

٥٦ - بَابٌ فِي لَيۡلَةِ الۡقَدۡرِ 
56. Bab tentang lailatulkadar 

١٧٦٦ – (صحيح) حَدَّثَنَا أَبُو بَكۡرِ بۡنُ أَبِي شَيۡبَةَ، قَالَ: حَدَّثَنَا إِسۡمَاعِيلُ ابۡنُ عُلَيَّةَ، عَنۡ هِشَامٍ الدَّسۡتُوَائِيِّ، عَنۡ يَحۡيَى بۡنِ أَبِي كَثِيرٍ، عَنۡ أَبِي سَلَمَةَ، عَنۡ أَبِي سَعِيدٍ الۡخُدۡرِيِّ؛ قَالَ: اعۡتَكَفۡنَا مَعَ رَسُولِ اللهِ ﷺ الۡعَشۡرَ الۡأَوۡسَطَ مِنۡ رَمَضَانَ، فَقَالَ: (إِنِّي أُرِيتُ لَيۡلَةَ الۡقَدۡرِ فَأُنۡسِيتُهَا، فَالۡتَمِسُوهَا فِي الۡعَشۡرِ الۡأَوَاخِرِ فِي الۡوَتۡرِ). [(صحيح أبي داود)(١٢٢١)، (صفة الصلاة): ق، أتمّ منه]. 
1766. Abu Bakr bin Abu Syaibah telah menceritakan kepada kami. Beliau berkata: Isma’il bin ‘Ulayyah menceritakan kepada kami dari Hisyam Ad-Dastuwa`i, dari Yahya bin Abu Katsir, dari Abu Salamah, dari Abu Sa’id Al-Khudri; Beliau mengatakan: Kami pernah iktikaf bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di sepuluh malam pertengahan bulan Ramadan, lalu beliau bersabda, “Sesungguhnya aku telah diberi tahu kapan lailatulkadar itu, lalu aku dilupakan akan itu. Maka kalian carilah lailatulkadar di sepuluh malam terakhir yang ganjil.”


dari ismailibnuisa.blogspot.com

Postingan terkait:

Tidak ada tanggapan

Posting Komentar

Ketentuan mengisi komentar
- Pilihlah "BERI KOMENTAR SEBAGAI:" dengan isian "ANONYMOUS/ANONIM". Identitas bisa dicantumkan dalam isian komentar berupa NAMA dan DAERAH ASAL
- Setiap komentar akan dimoderasi