
<Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah
Pertanyaan :
Seseorang bertanya: Apa hukum seorang ibu memaki anak-anaknya tanpa sepengetahuan bapaknya?
Jawaban:
Syaikh berkata: Makian seorang bapak atau ibu kepada anak-anaknya, apabila belum sampai tingkat haram, seperti ucapan "pemalas", "bodoh", dan yang semisalnya dari kata-kata yang tidak sampai pada tingkatan haram, maka yang demikian tidak mengapa dengan adanya sebab.
Akan tetapi apabila makian tersebut sampai pada tingkatan haram, seperti dengan melaknat atau memfitnah, maka yang demikian haram bagi seorang ibu melakukannya sama saja apakah bapaknya menyaksikan ataupun tidak.
Demikian pula seorang bapak tidak boleh memaki anak-anaknya dengan kata-kata yang haram, seperti ucapan: "semoga Allah melaknat kalian" atau "wahai anak-anak zina" dan yang semisalnya, karena yang demikian haram maka tidak boleh dilakukan.
Silsilah Fatawa Nur Ala Ad Darb, kaset no: 20
السؤال:
يقول: ما حكم المرأة التي تسب أولادها ووالدهم غائب؟
الجواب:
الشيخ: سب الأولاد من الوالد أو الأم إن كان على وجهٍ غير محرم كما لو قالت يا بليد، يا أخرق، وما أشبه ذلك من الكلمات التي لا تصل إلى درجة التحريم فهذا لا بأس به مع وجود سببه، وإن كان السب على وجهٍ محرم كما لو لعنته أو قذفته فهذا حرامٌ عليها سواء كان أبوهم حاضراً أو غائباً. وكذلك بالنسبة للوالد، لا يجوز أن يسب أولاده بشيء بلفظٍ محرم، كأن يقول لعنكم الله، أو يا أولاد الزنا، وما أشبه ذلك؛ لأن هذا حرام، فلا يجوز.
المصدر: سلسلة فتاوى نور على الدرب > الشريط رقم [20]
فتاوى المرأة
البر والصلة والآداب والأخلاق > سنن وآداب
WhatsApp Salafy Cirebon
Channel Telegram || https://t.me/salafy_cirebon
Menyajikan artikel dan audio kajian ilmiah
Tidak ada tanggapan
Posting Komentar
Ketentuan mengisi komentar
- Pilihlah "BERI KOMENTAR SEBAGAI:" dengan isian "ANONYMOUS/ANONIM". Identitas bisa dicantumkan dalam isian komentar berupa NAMA dan DAERAH ASAL
- Setiap komentar akan dimoderasi