Upaya untuk Memahami Makna Bacaan dalam Sholat.
3⃣. BACAAN TA’AWWUDZ
Ta’awwudz (Minta perlindungan kepada Allah dari syaitan).
Setelah membaca doa iftitah, selanjutnya disunnahkan membaca ta’awwudz karena setelah itu kita akan membaca AlFatihah yang merupakan bagian dari AlQuran.
Allah Subhaanahu WaTa’ala berfirman :
فَإِذَا قَرَأْتَ اْلقُرْآنَ فَاسْتَعِذْ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ ( النحل :98)
3⃣. BACAAN TA’AWWUDZ
Ta’awwudz (Minta perlindungan kepada Allah dari syaitan).
Setelah membaca doa iftitah, selanjutnya disunnahkan membaca ta’awwudz karena setelah itu kita akan membaca AlFatihah yang merupakan bagian dari AlQuran.
Allah Subhaanahu WaTa’ala berfirman :
فَإِذَا قَرَأْتَ اْلقُرْآنَ فَاسْتَعِذْ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ ( النحل :98)
Jika engkau hendak membaca AlQuran, maka berlindunglah kepada Allah dari syaitan yang terkutuk “ (Q.S AnNahl : 98)
Bacaan taawwudz yang dituntunkan di antaranya :
1) أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْم
Bacaan taawwudz yang dituntunkan di antaranya :
1) أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْم
Aku berlindung kepada Allah dari syaitan yang terkutuk.
Dijelaskan oleh Imam al-Qurthuby dalam tafsirnya (1/86) bahwa ucapan ini adalah ucapan yang disepakati jumhur para Ulama’ karena sesuai dengan yang disebutkan dalam Al-Quran (AnNahl :98).
Sebagaimana juga pendapat Ibnu Juraij dari Atho’ (kitab al-Muhalla (3/250), Asy-Syafi’i dan Abu Hanifah serta Ibnul Mundzir (kitab al-Mughni (1/283).
2) أَعُوْذُ بِاللهِ السَّمِيْعِ اْلعَلِيْمِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ مِنْ هَمْزِهِ وَنَفْخِهِ وَنَفْثِهِ
Dijelaskan oleh Imam al-Qurthuby dalam tafsirnya (1/86) bahwa ucapan ini adalah ucapan yang disepakati jumhur para Ulama’ karena sesuai dengan yang disebutkan dalam Al-Quran (AnNahl :98).
Sebagaimana juga pendapat Ibnu Juraij dari Atho’ (kitab al-Muhalla (3/250), Asy-Syafi’i dan Abu Hanifah serta Ibnul Mundzir (kitab al-Mughni (1/283).
2) أَعُوْذُ بِاللهِ السَّمِيْعِ اْلعَلِيْمِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ مِنْ هَمْزِهِ وَنَفْخِهِ وَنَفْثِهِ
Aku berlindung kepada Allah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui dari syaitan yang terkutuk dari bisikan was-wasnya, tiupannya, dan ludahnya.
3) أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ مِنْ هَمْزِهِ وَنَفْخِهِ وَنَفْثِهِ
3) أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ مِنْ هَمْزِهِ وَنَفْخِهِ وَنَفْثِهِ
Aku berlindung kepada Allah dari syaitan yang terkutuk dari bisikan was-wasnya, tiupannya, dan ludahnya” (H.R atThoyaalisy, alBaihaqy)
Kita boleh bertaawwudz dengan salah satu dari ketiga bacaan tersebut.
☀️ Rincian Makna :
⏩ Makna yang dirinci ini adalah untuk bacaan taawwudz yang kedua :
أَعُوْذُ بِاللهِ = aku berlindung kepada Allah
Kita boleh bertaawwudz dengan salah satu dari ketiga bacaan tersebut.
☀️ Rincian Makna :
⏩ Makna yang dirinci ini adalah untuk bacaan taawwudz yang kedua :
أَعُوْذُ بِاللهِ = aku berlindung kepada Allah
السَّمِيْعِ اْلعَلِيْمِ = Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui
مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ = dari syaitan yang terkutuk
مِنْ هَمْزِهِ kegilaannya dari bisikan was-wasnya
وَنَفْخِهِ = dan dari tiupannya
وَنَفْثِهِ = dan dari ludahnya
Kita berlindung kepada Allah dari syaitan dari bisikan was-wasnya (مِنْ هَمْزِهِ) , dari tiupannya (وَنَفْخِهِ), dari ludahnya (وَنَفْثِهِ).
Dijelaskan oleh para Ulama bahwa yang dimaksud dengan :
▶️ Tiupannya adalah perasaan takabbur yang akan dihembuskan pada seseorang.
▶️ Ludahnya adalah syair yaitu syaitan membisikkan syair-syair yang berupa cacian/ kesyirikan.
( Lihat Nailul Authar karya Imam AsySyaukani juz 2 hal 214 Daarul jayl Beirut dan silakan disimak pula Tuhfatul Ahwadzi karya AlMubarakfury juz 2 hal 43 cetakan Daarul Kutub al-Ilmiyyah Beirut serta Subulus Salaam syarh Bulughil Maram karya Imam AsShon’aani juz 1 hal 166 cetakan alHidaayah Surabaya).
☝️Dalam taawudz ini kita berlindung dari 3 hal yang ditimbulkan syaithan, yaitu :
1⃣. Hamz (Dorongan/ tusukan)
Hamz adalah was-was yang senantiasa dihembuskan syaithan menyebabkan seseorang ragu dalam berbuat kebaikan atau ragu dalam hal-hal yang diwajibkan yakin padanya.
Demikian juga menyebabkan ragu dan mengakibatkan lupa dalam sholat, semacam ragu berapa rakaat yang sudah dikerjakan, dsb.
Bisa juga keraguan terhadap janji-janji Allah dan Rasul-Nya.
Hamz juga diartikan oleh sebagian Ulama sebagai kegilaan yg ditimbulkan syaithan, seperti keadaan orang-orang yang kerasukan jin. Pada saat itu seseorang bisa berada di luar kesadaran dan tidak berakal.
2⃣. Nafkh (tiupan).
Tiupan tersebut berupa kesombongan dalam diri seseorang dan menganggap rendah orang lain.
3⃣. Nafts (ludah)
Ludah dari syaithan diartikan oleh sebagian para Ulama sebagai syair-syair. Bisa berupa syair-syair yang bisa menimbulkan permusuhan antara seseorang dengan saudaranya, atau syair-syair yang mengandung kesyirikan, dan segala bentuk syair tercela yang melalaikan dari dzikir kepada Allah. Setiap penyair atau pujangga yang tidak beriman dan beramal sholih pasti akan banyak terpengaruh dengan syaithan (seperti dalam alQuran surat as-Syu’araa’ ayat 221-227).
Sebagian Ulama’ mengartikan nafts ini sebagai sihir, sebagaimana lafadz anNaffaatsaat dalam surat al-Falaq ayat ke-4.
~~~~~~~~~~~~~~~~
Dikutip dari Buku "Memahami Makna Bacaan Sholat"
(Sebuah Upaya Menikmati Indahnya Dialog Suci dengan Ilahi).
▶️ Al Ustadz Abu Utsman Kharisman Hafidzahullah.
=====================
✍ http://telegram.me/alistiqomah
Pada 27.11.2015 dan 28.11.2015
Dijelaskan oleh para Ulama bahwa yang dimaksud dengan :
▶️ Tiupannya adalah perasaan takabbur yang akan dihembuskan pada seseorang.
▶️ Ludahnya adalah syair yaitu syaitan membisikkan syair-syair yang berupa cacian/ kesyirikan.
( Lihat Nailul Authar karya Imam AsySyaukani juz 2 hal 214 Daarul jayl Beirut dan silakan disimak pula Tuhfatul Ahwadzi karya AlMubarakfury juz 2 hal 43 cetakan Daarul Kutub al-Ilmiyyah Beirut serta Subulus Salaam syarh Bulughil Maram karya Imam AsShon’aani juz 1 hal 166 cetakan alHidaayah Surabaya).
☝️Dalam taawudz ini kita berlindung dari 3 hal yang ditimbulkan syaithan, yaitu :
1⃣. Hamz (Dorongan/ tusukan)
Hamz adalah was-was yang senantiasa dihembuskan syaithan menyebabkan seseorang ragu dalam berbuat kebaikan atau ragu dalam hal-hal yang diwajibkan yakin padanya.
Demikian juga menyebabkan ragu dan mengakibatkan lupa dalam sholat, semacam ragu berapa rakaat yang sudah dikerjakan, dsb.
Bisa juga keraguan terhadap janji-janji Allah dan Rasul-Nya.
Hamz juga diartikan oleh sebagian Ulama sebagai kegilaan yg ditimbulkan syaithan, seperti keadaan orang-orang yang kerasukan jin. Pada saat itu seseorang bisa berada di luar kesadaran dan tidak berakal.
2⃣. Nafkh (tiupan).
Tiupan tersebut berupa kesombongan dalam diri seseorang dan menganggap rendah orang lain.
3⃣. Nafts (ludah)
Ludah dari syaithan diartikan oleh sebagian para Ulama sebagai syair-syair. Bisa berupa syair-syair yang bisa menimbulkan permusuhan antara seseorang dengan saudaranya, atau syair-syair yang mengandung kesyirikan, dan segala bentuk syair tercela yang melalaikan dari dzikir kepada Allah. Setiap penyair atau pujangga yang tidak beriman dan beramal sholih pasti akan banyak terpengaruh dengan syaithan (seperti dalam alQuran surat as-Syu’araa’ ayat 221-227).
Sebagian Ulama’ mengartikan nafts ini sebagai sihir, sebagaimana lafadz anNaffaatsaat dalam surat al-Falaq ayat ke-4.
~~~~~~~~~~~~~~~~
Dikutip dari Buku "Memahami Makna Bacaan Sholat"
(Sebuah Upaya Menikmati Indahnya Dialog Suci dengan Ilahi).
▶️ Al Ustadz Abu Utsman Kharisman Hafidzahullah.
=====================
✍ http://telegram.me/alistiqomah
Pada 27.11.2015 dan 28.11.2015
Tidak ada tanggapan
Posting Komentar
Ketentuan mengisi komentar
- Pilihlah "BERI KOMENTAR SEBAGAI:" dengan isian "ANONYMOUS/ANONIM". Identitas bisa dicantumkan dalam isian komentar berupa NAMA dan DAERAH ASAL
- Setiap komentar akan dimoderasi